Blog Post :

Wednesday, 29 February 2012

Protein Hewani = Protein Bakteri

Sapi. Dari zaman Mesir Kuno sampai sekarang makanan sapi tetap rumput. Dari sapi biasa, bali sampai sapi perah. Untuk jenis sapi perah, mereka dapat menghasilkan susu, dah tahu kan? Proteinnya tinggi dan sangat disarankan pada masa pertumbuhan. Lalu, dari mana datangnya protein? Bukankah sapi perah juga mayoritas makan rumput? Bukankah pada rumput itu sangat minim protein? Bingung gak nih? Me too. Tetapi...

Akhirnya kutemukan jawabannya!

Jawab : Sapi adalah hewan yang bersimbiosis dengan bakteri untuk dapat mencerna selulosa. Bakteri tersebut mensekresi selulase (enzim) yang mengubah selulosa menjadi glukosa. Udah tahu kan?

Dari rumput—memang—sapi mendapat protein juga. Tetapi tidak akan sebanyak yang ia butuhkan. Sebagai gantinya, di dalam abomasum (perut sesungguhnya; coba cari google kalau belum tahu) bakteri yang menghasilkan enzim selulase (masih melekat di makanan) ikut dicerna dan dihancurkan (sebenarnya mati karena suasana asam, lalu malah menjadi sumber protein). Kasihan yah... Kalau boleh bilang, si sapi tidak tahu balas budi (gak deng, si sapi aja gak ngerti apa-apa :p).

Ada lagi sih sumber yang lain, tapi infonya belum terverifikasi. Jadi nanti malah salah. Hari ini masih ada pelajaran. Udah mulai tuh. Jadi udah dulu ah. Kesimpulannya...
Minum Susu Sapi = Makan Bakteri Mati

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar...